Senin, 12 Mei 2014

Video Wali Kota Surabaya Marah-marah di Taman Bungkul Beredar di Youtube

http://www.kabar24.com/images-data/posts/2014/05/12/218422/risma-marah2.jpg
Video Wali Kota Surabaya Marah-marah di Taman Bungkul Beredar di Youtube - Video Tri Risma Marah-marah di Taman Bungkul. Tri Risma Harini Marah-marah di Taman Bungkul. Video Wali Kota Surabaya Rismaharini Marah-marah di Taman Bungkul. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuat heboh. Aksi marah-marah Risma saat acara bagi-bagi es krim Wall's gratis di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (11/5/2014) meramaikan pemberitaan media online dan perbincangan di media sosial.

Bahkan beragam versi video diunggah di situs Youtube. Sebagian besar video berasal dari pemberitaan media televisi yang diunggah kembali oleh pemilik akun Youtube. Dalam video tampak, Risma marah akibat tanaman di Taman Bungkul rusak terinjak-injak pengunjung yang ingin mendapatkan es krim gratis dari perusahaan internasional tersebut. Sekitar pukul 10.30 WIB, Risma datang ke Taman Bungkul dan langsung marah-marah pada Even Organiser, di stan Wall's. 

Tanpa menyapa atau berkenalan, Risma langsung menghardik panitia. "Kalian tahu berapa lama kami bangun taman ini! Kalian tahu tidak!" teriak Wali Kota yang diusung PDIP itu.

Wali Kota Surabaya terdengar berteriak-teriak menemui panitia. Bahkan, dalam video yang diunggah akun 'Liputan Hari Ini' di Youtube ada bagian teriakan Risma yang disensor. Ratusan komentar pengunjung Youtube ikut 'meramaikan'. Sejumlah pengakses video juga bertanya-tanya tentang bagian yang disensor.

"Gilaaaaa.. Bu Risma marah nya nyeremin.. yang di sensor itu kira2 apa yah? Taman yang selalu di banggakan oleh warga surabaya akhir nya rusak hanya dalam waktu kurang ari setengah hari," tulis seorang pengunjung Youtube.

Kemarahan Risma juga mengundang kontroversi tentang elok tidaknya tindakan sang wali kota. "Waaah..., klo saya punya rumah terus taman saya dirusak seperti itu, saya juga pasti marah besar laaah. Kemarahan bu Risma saya kira wajar, tidak melanggar norma etika seorang pejabat," tulis akun Shandy Suseno. Sementara akun Fahrudin Muhammad menulis," Marahnya berlebihan ..."

Risma juga mengancam akan memidanakan panitia. Pasalnya, acara tersebut telah merusak taman tersebut. Banyak tanaman terinjak-injak. "Pidanakan mereka! Tuntut dengan pasal perusakan lingkungan!" teriak Risma di Taman Bungkul.

Risma mengatakan, seharusnya hal ini tidak perlu terjadi jika ada koordinasi dari pihak penyelenggara. "Saat malam tahun baru saja, kami tutup semua jalan untuk Car Free Night tidak ada masalah, karena koordinasi," kata mantan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya itu. Seperti diberitakan pihak Unilever telah meminta maaf atas kejadian ini.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar