Sabtu, 06 Agustus 2011

Ternyata Sebagian Besar Orang Eropa Mewarisi DNA Firaun

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1lSYmAvOFEjsWlHS2KmCM2R-UQeEccCmqce9eiAW0LJrpWFPl68w-RrJFlSilwvj8gsGM5z0cxHjYiB1FhyJnIyb2mE_cVAAEYW_Gkqe_EGl3CBEn_II-kBPEJYTj2ABGprTLRafDQ42V/s1600/dna_infograph1.gif
Orang Eropa ternyata mewarisi DNA Firaun. Penelitian yang dilakukan oleh ahli genetika asal Swiss menunjukkan 70 persen orang Inggris dan 50 persen orang Eropa barat mendapat warisan gen dari Firaun Tutankhamun.
Temuan tersebut didapatkan setelah pusat genealogi DNA asal Zurich, iGENEA, merekonstruksi profil DNA Firaun Tutankhamun yang mendapat warisan kekuasaan dari ayahnya, Akhenaten, dan kakeknya, Amenhotep III. Perhatian peneliti lalu tertuju pada kelompok profil gen bernama haplogroup R1b1a2 yang juga dimiliki 50 persen manusia Eropa barat. Dengan demikian, manusia Eropa berbagi nenek moyang yang sama dengan Firaun.

"Temuan yang menarik karena DNA Tutankhamun mengendap di diri sekelompok orang Eropa," ujar Direktur iGENEA Roman Scholz.

Untuk beberapa negara di Eropa barat, porsi warisan DNA Firaun ini cukup besar. Orang Spanyol memiliki 70 persen DNA Firaun, sementara orang Prancis memiliki 60 persen.

"Firaun dan orang Eropa berasal dari nenek moyang yang menghuni Kaukasus sekitar 9.500 tahun lalu," ujar Scholz.

Haplogroup R1b1a2 sendiri menyebar dari Kaukasus ke arah barat pada tahun 7.000 sebelum Masehi. Penyebaran juga membawa teknologi pertanian ke Eropa.

Tutankhamun adalah Firaun yang mati muda. Ia hidup antara 1334-1323 sebelum Masehi. Makam Tutankhamun sendiri baru ditemukan pada Maret 1922 oleh arkeolog Inggris Howard Carter bersama topeng emas murni seberat hampir 11 kilogram berlapis berbagai batuan mulia.




Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar